Soerat oentokmoe...
Langit biru membentang mengelilingi perjalanan ku, kan kutempuh walau letih raga ini.
Matahari menemani gerak langkahku yang seakan mulai melemah, tapi masih ceria hati ini kujaga.
Resah yang menggelitik relung hati, ku coba untuk tetap pada tujuan akhirku.
Jauh di ujung sana, ku lihat sang mentari mulai masuk kembali ke kubangan nya, hampir sempurna, seperti adanya.
Sungguh besar kuasa Sang Pencipta, melebihi segala yang ada di Dunia ini.
Tapi cukup bagiku mungkin hanya sebatas mengenal mu saat ini.
Detak jantung ini seakan berhenti setiap kali kau tatap aku, beku otak ku pula.
Pancaran keindahan terlihat jelas dari paras wajah mu yang lugu dan sederhana.
Tak tahu dari mana mulanya, tapi bayang mu hadir hampir disetiap sudut mata ku ini.
Abu-abu selalu menggodaku, seperti halnya Aku dan Kamu; kita sama-sama ragu.
Percikan asmara yang Tuhan sempat nyalakan dalam kalbu ini, akan tetap ku jaga, ku rawat seutuhnya.
Perjalananku takkan ku akhiri di sini, sekalipun walau ombak Samudera menghantamku, walau jurang lautan membentang, walau berpisah jarak antar BENUA.
Kuharap masih bisa ku tatap senyuman dan canda gurau itu seperti apa adanya.
Bila waktu itu datang, keraguan itu seyogyanya sirna dan pudar bersama lelah ku.
Ingin sekali ku kecup dahimu dan ku katakan aku menyayangimu.
Mengenalmu, mengilhamiku akan karunia Tuhan yang terindah.
....dan tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar